KONTEKSTUALISASI TABARRUJ DI ERA MODERN DALAM PERSPEKTIF MUFASIR KONTEMPORER (STUDI KOMPARASI TAFSIR AL-MUNIR, AN-NUR DAN AL-WADHIH})

Wirna Melayu, Wirna (2025) KONTEKSTUALISASI TABARRUJ DI ERA MODERN DALAM PERSPEKTIF MUFASIR KONTEMPORER (STUDI KOMPARASI TAFSIR AL-MUNIR, AN-NUR DAN AL-WADHIH}). Other thesis, STKQ Al Hikam Depok.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (102kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (146kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (364kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (578kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (426kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (484kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (252kB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Kontekstualisasi Tabarruj di Era Modern dalam Perspektif Mufasir Kontemporer (Studi Komparasi Tafsir Al-Mu>nir, An-Nūr, dan Al-Wāḍiḥ)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran lafaz tabarruj dalam Qs. Al-Aḥzāb/33:33 dan Qs. An-Nūr/24:60 serta merelevansikannya dengan kondisi sosial perempuan muslimah di era modern. Kajian ini difokuskan pada tiga mufasir kontemporer, yaitu Wahbah Az-Zuhaili>, Muhammad Hasbi Ash-Shiddiqie>, dan Mahmu>d Hij>azi. Dari analisis terhadap tiga tafsir kontemporer, ditemukan bahwa ketiga mufasir sepakat melarang tabarruj dalam bentuk memperlihatkan perhiasan dan berlebihan di hadapan publik. Namun, masing-masing menafsirkan dengan pendekatan yang khas. Seperti, Az-Zuhaili> menekankan aspek fikih, Hasbi Ash-Shiddiqie> aspek sosial keagamaan khas Nusantara, sedangkan Hijazi memadukan aspek rasionalitas modern. Dalam konteks kekinian, tabarruj tidak hanya merujuk pada cara berpakaian, tetapi juga mencakup perilaku di media sosial yang bertujuan menarik perhatian publik. Sebelum menulis sebuah karya, telah ada karya tulis yang membahas ini. Seperti, Ilmitasari (2023) “Kontekstualisasi Makna Tabarruj Dalam Al-Qur’an: Studi Komparatif Tafsîr Ath-Thaba>ri> Dan Tafsir Al-Mishba>h” Namun, tidak ada penelitian sebelumnya yang secara spesifik mengkaji kontekstualisasi tabarruj di era modern dalam perspektif mufasir kontemporer (Al-Mu>nir, An-Nu>r, dan Al-Wa>d}ih}). Berbeda pula dengan Sohiron Syamsuddin yang menjelaskan bahwa Qs. Al-Ahza>b/33:33 sebagai ayat universal yang tidak perlu dikontekstualisasikan, karena pengamalan ayat ini tetap berlaku sepanjang zaman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan library research. Data primer berasal dari tiga kitab tafsir utama, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, mu’jam, kitab, jurnal, dan artikel yang relevan. Teknik analisis yang digunakan bersifat deskriptif-komparatif, dengan mengamati corak, metode, dan konteks penafsiran masing-masing mufasir.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email admin@repo.com
Date Deposited: 11 May 2026 04:36
Last Modified: 11 May 2026 04:36
URI: https://repository.alhikamdepok.ac.id/id/eprint/111

Actions (login required)

View Item
View Item