KHITBAH DALAM AL-QUR’AN SERTA RELEVANSINYA TERHADAP KONDISI SOSIAL MASYARAKAT MODERN (Studi Komparatif Tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an dan Tafsir Rawa’i al- Bayan)

Nur Fati Kalukmah, Tika (2025) KHITBAH DALAM AL-QUR’AN SERTA RELEVANSINYA TERHADAP KONDISI SOSIAL MASYARAKAT MODERN (Studi Komparatif Tafsir Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an dan Tafsir Rawa’i al- Bayan). Other thesis, STKQ Al-Hikam.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (94kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (697kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (344kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (413kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (581kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (693kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (293kB)

Abstract

Khitbah merupakan salah satu tahapan penting dalam proses
pernikahan yang diatur dalam Islam. Al-Qur’an secara eksplisit memberikan arahan mengenai adab dan ketentuan Khit}bah, terutama dalam QS. Al- Baqarah ayat 235. Penelitian ini menyimpulkan bahwa khit}bah bukan hanya sekadar pernyataan keinginan menikah, tetapi juga mencerminkan etika Islam dalam menjaga kehormatan dan kesucian hubungan antar lawan jenis
sebelum akad nikah berlangsung.
Dalam kajian terhadap dua kitab tafsir, yaitu Al-Jami’ li Ahkam Al- Qur’an karya Imam Al-Qurtubi dan Rawai’ al-Bayan karya Ali as-Sabuni, ditemukan bahwa kedua mufasir sepakat mengenai kebolehan khitbah kepada wanita dalam masa iddah secara sindiran (ta’rid}), dan bukan secara terang- terangan (sarih). Al-Qurtubi lebih menekankan sisi fikih dan pendapat para fuqaha, sedangkan As-Sabuni menyoroti pentingnya etika sosial dan kesantunan dalam proses Khitbah. Temuan dalam penelitian ini sejalan dengan pendapat mayoritas ulama
mazhab seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad yang juga membolehkan khit}bah secara tidak langsung pada wanita iddah wafat. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa khit}bah yang sesuai syariat mampu menjadi solusi atas fenomena sosial modern, seperti pacaran atau pertunangan tanpa kepastian, yang banyak menimbulkan kerusakan moral.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis komparatif, melalui studi pustaka terhadap sumber- sumber primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menelaah, mencatat, dan membandingkan isi dua tafsir klasik dan kontemporer, serta dianalisis berdasarkan pendekatan tematik terhadap ayat
yang berhubungan dengan khit}bah dan relevansinya dalam konteks sosial modern.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: khitbah , tafsir al-Qur’ān, Al-Qurtubi, Ali As-Sabuni, penafsiran, masyarakat modern.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email admin@repo.com
Date Deposited: 05 May 2026 04:22
Last Modified: 05 May 2026 04:22
URI: https://repository.alhikamdepok.ac.id/id/eprint/68

Actions (login required)

View Item
View Item