KRITERIA KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR'AN Studi Analisis Komparatif Kisah Nabi Musa dalam Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka W. 1981 M dan Al-Manar karya Mohammad Abduh W. 1905 M

Ahmad Musoffan, Musoffan (2025) KRITERIA KEPEMIMPINAN DALAM AL-QUR'AN Studi Analisis Komparatif Kisah Nabi Musa dalam Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka W. 1981 M dan Al-Manar karya Mohammad Abduh W. 1905 M. Other thesis, STKQ Al-Hikam.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (122kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (564kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (376kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (622kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (507kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (530kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (277kB)

Abstract

Skripsi ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Nabi Musa a.s. dalam Al-Qur'an, sebagaimana dikisahkan dalam Surah Al-A'rāf ayat 103–141, menawarkan nilai-nilai universal yang relevan dengan konteks kepemimpinan modern. Kriteria utama yang ditemukan meliputi Keberanian, Ketegeuhan hidup, Kepedulian terhadap Masyarakat, sabar, Keseimbangan Dimensi spritual dan Sosial. Nabi Musa juga digambarkan sebagai pemimpin yang mampu menghadapi tantangan dengan bijaksana dan mengedepankan kepentingan umatnya, menjadikannya teladan bagi pemimpin masa kini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha memberikan penekanan berbeda dalam menafsirkan kisah Nabi Musa. Hamka lebih menitikberatkan pada aspek moral dan spiritual, sementara Abduh dan Ridha menekankan dimensi sosial-politik dan rasionalitas. Kedua tafsir sepakat bahwa kepemimpinan Nabi Musa mencerminkan prinsip-prinsip ketauhidan, keadilan, dan pembebasan, tetapi dengan pendekatan yang berbeda dalam mengaitkannya dengan konteks kekinian.
Penelitian ini memiliki kesamaan dengan Karya-karya sebelumnya yang dilakukan oleh Ilyas Ismail & Ambo Tang (2021) melalui artikel “Karakteristik Kepemimpinan Nabi Musa dalam Al-Qur’an”, yang sama-sama menekankan bahwa kepemimpinan Nabi Musa mencakup keteguhan, optimisme/keberanian, kepedulian sosial, kecerdasan spiritual intelektual, serta komunikasi visioner, Keunikan penelitian ini terletak pada pendekatan komparatif antara Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Manar, yang menunjukkan bahwa Buya Hamka lebih menekankan dimensi moral-spiritual, sementara Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha (dalam Al-Manar) lebih menyoroti aspek sosial-politik dan rasionalitas dalam kepemimpinan Nabi Musa.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis komparatif (muqaranah). Data dikumpulkan dari sumber primer (Tafsir Al-Azhar dan Al-Manar) serta sumber sekunder seperti buku, artikel, dan jurnal. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan penafsiran serta relevansinya dengan konteks kekinian.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan, Nabi Musa, Tafsir Al-Qur’an
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email admin@repo.com
Date Deposited: 05 May 2026 03:48
Last Modified: 05 May 2026 03:48
URI: https://repository.alhikamdepok.ac.id/id/eprint/64

Actions (login required)

View Item
View Item