Farhan Adhitya, Farhan (2025) PANDANGAN AL-QUR’AN TERHADAP FENOMENA FLEXING DI ERA DIGITAL Studi Analisis Tafsir Al-Maragi Karya Ahmad Mustafa Al-Maragi (w. 1952M) dan Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab (w. 1944M). Other thesis, STKQ Al-Hikam.
COVER.pdf
Download (77kB)
ABSTRAK.pdf
Download (457kB)
BAB I.pdf
Download (315kB)
BAB II.pdf
Download (496kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (476kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (633kB)
BAB V.pdf
Download (240kB)
Abstract
Skripsi ini mengkaji fenomena flexing di era digital melalui perspektif Al-Qur’an dengan merujuk pada Tafsir Al-Maragi karya Ahmad Mustafa Al-Maragi dan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Flexing, yang merupakan perilaku pamer kekayaan, status, atau pencapaian di media sosial, dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Islam seperti kesederhanaan, keikhlasan, dan kerendahan hati. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hukum flexing dalam pandangan Al-Qur’an serta memberikan solusi terhadap dampak negatif yang ditimbulkannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa flexing memiliki korelasi dengan konsep riya’ (pamer), maraha (sombong), fakhara (berbangga diri), dan takasur (bermegah-megahan) yang dilarang dalam Al-Qur’an. Ayat-ayat seperti QS. Al-Baqarah [2]: 264, QS. Luqman [31]: 18, QS. Al-Hadid [57]: 23, dan QS. At-Takasur [102]: 1-8 menjadi landasan normatif untuk mengkritik perilaku ini. Kedua tafsir sepakat bahwa flexing dapat merusak hubungan sosial, mengurangi empati, dan menghilangkan keikhlasan dalam beramal.
Penelitian ini memiliki persamaan dengan studi sebelumnya yang membahas flexing dari sudut pandang hadits atau psikologi, namun berbeda dalam pendekatan dan sumber rujukan. Studi ini mengkhususkan analisis pada tafsir Al-Mara>gi> dan Al-Mishbah, yang belum banyak dieksplorasi dalam konteks fenomena flexing di era digital. Perbedaan utama terletak pada fokus kajian yang menggabungkan analisis teks Al-Qur’an dengan realitas kontemporer.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan library research dan sosial. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, termasuk kitab tafsir, buku, jurnal, dan sumber sekunder lainnya. Pendekatan tematik (maudu’i) digunakan untuk menganalisis ayat-ayat terkait flexing, sementara analisis deskriptif diterapkan untuk menguraikan pandangan kedua mufassir. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi akademis dan praktis dalam memahami fenomena flexing serta solusi Islami untuk mengatasinya.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Flexing, Era Digital, Tafsir. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin@repo.com |
| Date Deposited: | 04 May 2026 07:26 |
| Last Modified: | 05 May 2026 03:20 |
| URI: | https://repository.alhikamdepok.ac.id/id/eprint/62 |
