Habibullah, Habib (2025) PENGARUH QIRA’AT SYAZZAH TERHADAP PENAFSIRAN AYAT- AYAT TEOLOGIS (Studi Komparatif Tafsir al-Kasysyaf dan Tafsir al-Bahr al-Muhit). Other thesis, STKQ Al-Hikam Depok.
COVER.pdf
Download (78kB)
ABSTRAK.pdf
Download (784kB)
BAB I.pdf
Download (333kB)
BAB II.pdf
Download (362kB)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (349kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (581kB)
BAB V.pdf
Download (122kB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji pengaruh qira’at syazzah terhadap penafsiran ayat- ayat teologis dalam dua karya tafsir klasik, yaitu al-Kasysyaf karya az- Zamakhsyari dan al-Bahr al-Muhit karya Abu Hayyan. Fokus kajian diarahkan pada dua isu penting dalam teologi Islam, yakni konsep ru’yatullah (melihat Allah) dan status pelaku dosa besar (ahl al kaba’ir). Isu-isu ini dipilih karena memiliki bobot teologis tinggi serta jarang dikaji secara khusus melalui perspektif qira’at syazzah. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan tematik dan analisis komparatif. Data primer bersumber dari dua
kitab tafsir utama yang dipilih karena memuat banyak referensi qira’at syazzah. Sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur yang relevan dengan ilmu tafsir, qira’at, dan teologi Islam. Ayat-ayat yang dianalisis mencakup tiga ayat mengenai ru’yatullah (QS. al-Baqarah [2]: 55, QS. Yu>nus [10]: 26, QS. al- Mutaffifin [83]: 15) dan tiga ayat tentang pelaku dosa besar (QS. an-Nisa’ [4]: 31, QS. al-Ma’idah [5]: 60, QS. az-Zumar [39]: 53). Hasil penelitian menunjukkan bahwa az-Zamakhsyari memanfaatkan
qira’at syazzah secara aktif sebagai instrumen argumentatif yang mendukung doktrin Muktazilah, seperti penolakan terhadap kemungkinan melihat Allah dan ketidaksahan ampunan bagi pelaku dosa besar tanpa taubat. Di sisi lain, Abu
Hayyan menempatkan qira’at syazzah secara lebih kritis sebagai pelengkap linguistik dalam penafsirannya, tanpa menjadikannya dasar utama dalam membangun argumentasi teologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa latar belakang ideologi dan pendekatan metodologis yang berbeda antara kedua mufassir sangat memengaruhi cara mereka memanfaatkan qira’at syazzah. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa qira’at syazzah memiliki kontribusi penting dalam dinamika
penafsiran ayat-ayat teologis dan tidak dapat diabaikan dalam kajian tafsir klasik. Qira’at syazzah bukan hanya bentuk variasi bacaan, tetapi juga merupakan elemen penting dalam konstruksi makna dan wacana keagamaan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Qira’at syazzah, Perbandingan tafsir, Teologi Islam, al Kasysyaf, al-Bahr al-Muhit, Muktazilah, Asy‘ariyah. |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin@repo.com |
| Date Deposited: | 11 May 2026 04:22 |
| Last Modified: | 11 May 2026 04:22 |
| URI: | https://repository.alhikamdepok.ac.id/id/eprint/115 |
