MAHRAM DALAM PERSPEKTIF ABU BAKAR AHMAD IBN ‘ALI AR- RAZI DALAM TAFSIR AHKAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA DALAM RUANG GERAK PEREMPUAN DI ERA MODERN

Aris Nurisma, Isma (2025) MAHRAM DALAM PERSPEKTIF ABU BAKAR AHMAD IBN ‘ALI AR- RAZI DALAM TAFSIR AHKAM AL-QUR’AN DAN RELEVANSINYA DALAM RUANG GERAK PEREMPUAN DI ERA MODERN. Other thesis, STKQ Al-Hikam.

[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (96kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (674kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (469kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (535kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (441kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (545kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (252kB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang mahram dalam QS. An-Nisa: 22–23, yang berbicara tentang konsep mahram, memberikan dasar hukum yang kuat mengenai larangan pernikahan dengan perempuan tertentu dan menetapkan hubungan mahram dalam masyarakat Islam. Penafsiran Abu Bakar Al-Jaṣāṣ dalam Tafsir Ahkam Al-Qur’an menunjukkan bahwa larangan terhadap praktik menikahi bekas istri ayah dan perempuan dalam kategori mahram bertujuan untuk menjaga struktur sosial dan moral yang sehat. Konsep mahram ini sangat relevan dengan ruang gerak perempuan di era modern, di mana prinsip kehormatan, keamanan, dan perlindungan tetap terjaga. Abu Bakar Al-Jaṣāṣ menekankan perlunya larangan bepergian tanpa mahram sebagai struktur perlindungan sosial. Namun, dengan perkembangan zaman, terutama dalam masyarakat yang lebih aman dan terlindungi, penerapan larangan ini perlu disesuaikan dengan kondisi sosial dan keamanan. Penelitian ini sejalan dengan pandangan para ulama, seperti Mazhab Maliki dan Syafi'i,
yang mengizinkan perempuan bepergian sendiri jika kondisi aman. Penelitian ini juga berfokus pada tafsir tematik dalam memahami konteks sosial mahram di era modern. Pemahaman ini mendukung ruang aktualisasi diri perempuan dalam pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas publik, dengan memperhatikan prinsip-prinsip syariah yang relevan. Berbeda dengan pendapat Abu Bakar Al-Jaṣāṣ yang lebih ketat mengenai larangan bepergian tanpa mahram sebagai struktur perlindungan sosial, penelitian ini menunjukkan bahwa konsep
tersebut harus lebih kontekstual dengan kondisi sosial modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif berbasis kajian pustaka (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur
yang relevan dengan topik, khususnya Al-Qur’an dan tafsir Ahkam Al- Qur’an. Analisis dilakukan menggunakan metode tafsir maudhu’i (tematik), dengan mengelompokkan ayat-ayat terkait mahram dan menafsirkan keterkaitannya dalam konteks sosial masa kini. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggali makna dan relevansi ayat-ayat tersebut untuk memahami ruang gerak perempuan dalam perspektif mahram.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Mahram, QS. An-Nisa: 22–23, Abu Bakar Al-Jaṣāṣ, ruang gerak perempuan, perlindungan sosial, aktualisasi diri, keamanan, maqāṣid syarī‘ah
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email admin@repo.com
Date Deposited: 08 May 2026 07:26
Last Modified: 08 May 2026 07:26
URI: https://repository.alhikamdepok.ac.id/id/eprint/106

Actions (login required)

View Item
View Item