Perilaku Digiseksual dan Implikasinya dalam Perspektif Tafsir Nusantara (Studi Analisis Komparatif Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Marah} Labid karya M. Nawawi Al-Bantani)

Zakiyatul Mukarromah, Zakiya (2025) Perilaku Digiseksual dan Implikasinya dalam Perspektif Tafsir Nusantara (Studi Analisis Komparatif Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Marah} Labid karya M. Nawawi Al-Bantani). Other thesis, STKQ Al Hikam.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (81kB)
[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (431kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (281kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (651kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (496kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (516kB)
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf

Download (375kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perilaku digiseksual dan implikasinya dalam perspektif tafsir Nusantara, dengan fokus pada penafsiran dua tokoh penting: M. Quraish Shihab dan M. Nawawi al-Bantani. Digiseksual, sebagai fenomena kontemporer yang ditandai oleh orientasi seksual berbasis teknologi (AI), menimbulkan berbagai persoalan etis, spiritual, dan moral yang perlu ditelaah secara mendalam melalui pendekatan keislaman.Jenis penelitian ini adalah library research dengan pendekatan kualitatif. Dalam penyajiannya, digunakan pendekatan tematik untuk menggali tema-tema Al Qur’an yang relevan, sedangkan analisis datanya didasarkan pada Triangular Theory of Love dari Robert J. Sternberg, yang menekankan tiga dimensi cinta: gairah (passion), keintiman (intimacy), dan komitmen (commitment).Secara keseluruhan, Tafsir al-Mishba>h lebih menekankan dimensi batiniah dan emosional dari cinta dalam pernikahan, sedangkan Tafsir Marāḥ Labīd lebih fokus pada pengendalian syahwat dan penjagaan moralitas seksual. Kendati pendekatannya berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjaga kemuliaan relasi manusia dalam kerangka nilai-nilai ilahiah, serta menolak segala bentuk perilaku seksual menyimpang seperti digiseksualitas yang tidak sesuai dengan prinsip Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku digiseksual yang berfokus semata pada pemuasan syahwat melalui teknologi bertentangan dengan nilai-nilai keserasian, pesan spiritual, dan tanggung jawab moral sebagaimana digariskan oleh Al-Qur’an. Dalam perspektif tafsir Nusantara, terutama pada pemikiran para mufasir lokal, perilaku ini dipandang menyimpang dari fitrah insaniyah yang ideal menurut Islam, karena mengabaikan prinsip kemanusiaan dan ketuhanan yang integral dalam ajaran Islam.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Digiseksual, Tafsir Nusantara, Triangular Theory of Love
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Unnamed user with email admin@repo.com
Date Deposited: 21 Apr 2026 06:33
Last Modified: 24 Apr 2026 07:13
URI: https://repository.alhikamdepok.ac.id/id/eprint/1

Actions (login required)

View Item
View Item